Selama hidup, kita banyak mengalami proses belajar. Tapi seberapa banyak hasil belajar itu kita ingat dan tidak terbuang sia-sia?
Saya ada di dalam kondisi di mana saya merasa harus menghasilkan banyak karya pemikiran. Dan untuk itu saya mesti banyak belajar. Belajar banyak hal. Saya melihat, dalam proses belajar itu ada peluang untuk mendapatkan manfaat dari pembelajaran itu kalau saya menyalurkannya lewat blog alias ngeblog.
Manfaat dari ngeblog yang saya maksud terdiri dari dua hal : manfaat membantu proses belajar dan manfaat monetisasi.
Sebelum mengangkat lebih jauh soal manfaat, perlu saya gambarkan soal bagaimana proses pembelajaran disalurkan lewat blog. Pembelajaran yang saya maksud adalah membaca buku teks (walaupun sebenarnya bisa diterapkan ke pembelajaran cara lain).
Saya pikir, konten blog yang dapat dihasilkan dari membaca buku teks itu ada dua jenis: (1) konten ringkasan dari bacaan dan (2) konten artikel yang dikembangkan dari bagian bacaan. Konten ringkasan dari bacaan itu bentuknya akan seperti laporan pandangan mata dalam proses pembelajaran. Konten ringkasan berisi poin-poin apa saja yang penting atau menarik yang kita temukan dalam bacaan. Tidak perlu ada alur antar poin dan tidak perlu ada pengembangan dari poin. Jadi mungkin ringkasan ini akan lebih susah dimengerti oleh pembaca blog. Tapi saya pikir pembaca tetap dapat memetik ilmu dari konten ringkasan seperti ini.
Jenis konten kedua yaitu artikel yang dikembangkan dari bagian dari bacaan. Konten seperti ini bisa bertujuan untuk menjelaskan satu bab bacaan dengan alur yang jelas dan enak dibaca. Konten ini bisa juga berupa artikel yang mengambil satu topik di dalam bab bacaan lalu disesuaikan dengan konteks yang sedang hangat saat itu dengan melengkapi informasinya dari sumber-sumber lain. Kalau jenis konten yang pertama itu bentuknya ringkasan, jenis kedua ini mungkin bisa dibilang sebagai presentasi topik.
Nah, blog dengan konten-konten seperti ini ada kemungkinan bisa dimonetisasi (walaupun mesti sediakan banyak artikel dulu). Beberapa artikel yang saya baca tidak terlalu menyarankan monetisasi situs yang topiknya campur aduk (padahal kalau blognya itu menyalurkan hasil pembelajaran, kemungkinan besar topiknya akan campur aduk). Tapi saya pikir kalau kontennya bermanfaat bagi pembaca dan banyak artikelnya, suatu blog itu layak dicoba untuk dimonetisasi. Kalau pun ternyata hasilnya kurang bagus, proses membuat konten itu sendiri juga sudah membawa manfaat bagi pembuatnya, yaitu melatih penguasaan topik sang penulis serta melatih kemampuan menulisnya. Jadi tetap membawa manfaat. Lagipula, bisa jadi blog tersebut bisa jadi bekal baik sebagai sarana pelatihan atau sebagai portfolio seandainya sang penulis berminat menghasilkan tulisan untuk media-media yang menerima tulisan.
Sebenarnya saya menulis soal ini karena ini yang akan saya buat di dalam blog baru ini. Saya berniat membuat konten hasil proses pembelajaran berupa ringkasan serta presentasi dari apa yang saya baca. Anda juga bisa coba. Dalam hal monetisasi belum tentu berhasil, tapi sepertinya layak dicoba. Semoga tetap bisa membawa manfaat besar buat semua ya.
Comments