Karakter Masyarakat Indonesia

Berikut ini karakter yang saya amati dalam masyarakat Indonesia. Daftar ini saya coba tulis dalam upaya mengobservasi masalah yang ada dalam masyarakat dan untuk berusaha mencapai solusinya. Karakter-karakter ini bukan khas masyarakat kita saja dan tidak dimaksudkan sebagai daftar yang komprehensif, melainkan disusun dalam kaitannya dengan pemecahan masalah dalam masyarakat. Dapat terjadi suatu karakter hampir sama dengan karakter yang lain.

Karakter-karakter kita yang saya amati adalah:

- Komunal.
Jati diri komunitas lebih menonjol dari individu. Individu lebih cenderung ikut arus komunitas ketimbang aktualisasi diri. Bila identitas komunitas tersentuh, anggota komunitas cepat bereaksi.

- Berpikir pendek
Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan keuntungan jangka pendek.

- Spontan

- Kurang percaya diri
Dalam menilik potensi diri sebagai suatu masyarakat ataupun individu (terutama individu), masyarakat kita kurang berani tampil.

- Kreatif

- Pasifis
Cenderung menghindari konflik. Pengecualian bagi masyarakat yang terprovokasi berat ataupun mereka yang masih muda (yang adrenalinnya masih tinggi)

- Naif
Pemikirannya parsimoni (bener ga ya..). Sederhana, mudah percaya.

- Inersia
Dalam berpikir, dalam bertindak. Inersia = ... ? Cari sendiri ya. Jangan inert lah.

- Praktis
Pemikirannya kurang dalam dan langsung menerapkan suatu konsep ke ranah penerapan.

- Kesenjangan inferior-superior
Mudah "menuakan" orang-orang yang dianggap tinggi, berprestasi at8au berilmu. Sebaliknya, mudah merendahkan orang-orang pemula.

- Mementingkan pencitraan
Penampilan dari luar mempengaruhi keputusan. Dalam kasus yang lebih ekstrim, ini disebut 'munafik'.

- Pasrah
Dalam menghadapi masalah kehidupan, lebih cepat untuk menganggap masalah itu tidak terelakkan atau nasib/takdir.

- Takhayul
Saat menemukan suatu hal yang sulit dijelaskan akal, cepat untuk memakai penjelasan mistis. Untuk mencapai solusi, cepat berpaling kepada bantuan supranatural.

- Kompromistis
Mudah melenceng dari pakem yang dibuat sebelumnya.

- Tidak biasa dengan keteraturan
Bila diterapkan peraturan, masyarakat sering melanggar karena tidak biasa teratur.

- Prokrastinasi
Penundaan, budaya terlambat.


Itu dulu ya. Kalau dipikir-pikir, yang saya cantumkan cenderung hal yang negatif ya. Ini mungkin karena yang saya cari di lapangan itu berkaitan dengan masalah. Jadi saya temukan yang negatif, yang mesti diubah. Sifat-sifat negatif tersebut adalah tantangan kita. Saya sendiri bukan berarti terbebas dari sifat negatif. Banyak sifat atas adalah refleksi dari saya sendiri. Ini tantangan pertama untuk saya, merubah diri sendiri.

Comments